Wednesday, July 29, 2009

Comment from students




A psychologist told the lecturers after an evaluation session by students this semester.

“It depends on an individual personality to take into account on the questionnaire comments from students.”

If the comment is NOT GOOD, then:

THE OPTIMIST will say,
“That’s out of our’s control, we can’t do anything about it.”

THE PESIMIST will say, “That’s reflecting what happened so far.”


If the comment is GOOD, then:

THE OPTIMIST will say, “That’s reflecting what happened so far.”

THE PESIMIST will say, “Really? How come?”


Perth,
Thank’s Dr Kian. I hope I am not the pesimist one

Sunday, July 26, 2009

Saudariku dari Abu Dhabi


”Assalamualaykum,” sapaku pada muslimah manis yang duduk menghadap makanan dan teh manis di meja food court, Changi airport.

Ia mengangguk membalas sapaanku sambil tersenyum kecil.

Aku meneruskan langkahku menuju sandwich corner untuk membeli makanan. Setelah kuamati tidak ada stiker halal dari MUI Singapore, aku hanya mengambil sebotol kecil air mineral dengan label sangat terkenal dari negaraku. Setelah itu aku berkeliling melihat isi food court yang baru buka pagi itu. Makanan Cina ada, tapi kok ga halal. Makanan India ada, tapi vegetarian. Not Indian spices pagi-pagi, tegasku. Ada nasi padang, tapi belum buka. Aku duduk di meja food court dekat counter nasi padang. Siapa tau, beberapa saat lagi buka.

”Mau ke mana, mbak?”, ternyata saudari muslimah tadi menghampiriku, lalu duduk di kursi depan.

”Ke Pekanbaru, mbaknya mau ke mana?” balasku ramah.

Ternyata mbak H (aku lupa juga nama lengkapnya) akan berangkat ke Abu Dhabi. Tapi ia ketinggalan pesawat kemaren siang. Jadi tadi malam ia menginap di ruang tunggu Changi airport dan sedang menunggu saat keberangkatannya nanti siang. Beliau terlambat karena pengaturan keberangkatan yang tidak pas dari travel agent di Jakarta. Begitu sampai di Changi, ia sudah telat dan ga bisa boarding lagi. Jadilah ia menunggu seharian, walaupun barang-barangnya sudah sampai di Abu Dhabi.

”Sering begitu, mbak.” kata mbak H. Travel agent kadang suka tidak memperkirakan soal jadwal keberangkatan pesawat, dan membiarkan mereka, teman-teman TKI terlantar di berbagai bandara. Kadang dari pihak agent penyalur TKI mereka tidak dibekali uang saku. Jadilah mereka mengharapkan belas kasihan teman sesama TKI atau orang lain untuk membeli sekedar roti atau teh manis. Menurut mbak H, ia sempat bertemu 12 orang teman TKI baru yang akan menuju Saudi, terlantar di bandara, tanpa uang sepeserpun. Aku ternganga ngeri, sambil berucap Astaghfirullah, tiada henti... sungguh mengerikan... bagaimana kalau tidak sampai di negara tujuan, ya? Aku merasa sangat prihatin dalam hati.

Obrolan kami lalu berlanjut ke soal pekerjaannya di Abu Dhabi. Mbak H menceritakan berbagai pengalaman menarik saat ia deal dengan majikannya. Aku segera tanggap, kalau mbak H orangnya cerdas. Beliau suka bekerja keras, tapi tidak mau dikerjai oleh majikan. Jika suatu pekerjaan dinilai akan menghabiskan energi beliau, maka ia pakai strategi ga bisa atau berlagak bodoh mengerjakannya. ”Habis, saya ga bisa stop dari pagi sampe tengah malam, memangnya ga cape,” kata mbak H.

Aku terpana mendengar cerita-cerita mbak H tentang kesehariannya yang super sibuk, tentang budaya masyarakat di Abu Dhabi, keluhannya tentang majikan, kesibukannya mengurus anak-anak majikan, dan berbagai keberuntungannya dalam mendapatkan pekerjaan yang baik. Aku berkesimpulan, bahwa mbak H yang kutemui ini, pintar, mandiri, tidak takut gagal dan berkemauan keras. Ia tidak mau bekerja di toserba dengan gaji kecil, tapi ia mau kerja di rumah dengan keadaan memadai dan manusiawi. Jika dirasakannya tidak manusiawi, maka ia menolak pekerjaan itu.

Mbak H juga bercerita tentang keberhasilannya membiayai adik beliau sekolah dan memberikan biaya pengobatan pada orang tuanya di kampung. Aku terpesona, dengan kegigihan mbak H. Mungkin ini cerita yang sering kita dengar, tapi, Subhanallah, mbak H... ikhlas demi keluarga dan adik-adik. ”Biarlah mereka yang sekolah, saya sih, nanti saja kalau ada uang, barangkali,” lanjut mbak H sambil termenung. Mbak H ternyata pernah nyaris kuliah, tapi terpaksa dibatalkan karena uangnya tidak ada. Aku jadi teringat diriku yang bersusah payah mendapatkan beasiswa, tapi kok malah males-malesan dan banyak cing cong di awal masa kuliah. Hmmh, mbak H, kudoakan kamu sekolah juga setelah selesai bekerja nanti ya.

Aduhai, mbak H... walau aku tidak meminta alamatmu, tetapi aku gembira bertemu denganmu, saudariku... Kamu jadi mengingatkanku bahwa keadaanku sekarang seharusnya tidak disia-siakan dengan lemah semangat dan bersikap pesimis.

”Mudah-mudahan kita bertemu lagi, ya, mbak H. Insha Allah. Di Changi, pun tidak masalah, asal jangan saat kamu ketinggalan pesawat lagi...” kataku haru saat kami berpelukan.

Selamat berkiprah, mbak H...

Perth, July 2009
Mbak H dari Madura, benar kata bijak ini, ”setiap orang yang kita temui, ternyata seringkali mengajarkan kita sesuatu yang luar biasa,”.


dipublish di Eramuslim,
link: http://www.eramuslim.com/oase-iman/saudariku-dari-abu-dhabi.htm

Tuesday, July 21, 2009

Menggapai Rezeki Allah


(dicopy paste dari link berikut: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/menggapai-rezeki-alloh.htm)

Sesungguhnya Allah yang memberikan rezeki seluruh makhluk-Nya, baik yang kecil maupun yang besar termasuk manusia didalamnya. Tidak ada satu pun makhluk yang terlewat dari mendapatkan rezeki dari-Nya dan semua itu tidak akan pernah mengurangi kekayaan-Nya sedikit pun, sebagaimana firman-Nya :
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Artinya : “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud : 6)

Setiap manusia tidak perlu merasa khawatir akan rezekinya karena itu semua sudah ditetapkan Allah swt ketika dirinya masih berupa janin didalam perut ibunya. Allah swt telah menentukan dan membatasi rezeki seseorang dan tidak akan pernah diambil oleh orang lain.

Seandainya setiap manusia menyadari akan hal ini tentulah hatinya akan merasa tenang terhadap rezekinya. Dengan demikian tidak sepantasnya bagi seorang muslim untuk mencarinya dengan cara-cara yang tidak dihalalkan, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”… Bertakwalah kepada Allah dan perindahlah didalam mencari (rezeki). Janganlah keterlambatan rezeki menjadikanmu mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah.
Sesungguhnya Allah tidaklah memberikan apa yang ada disisi-Nya kecuali dengan ketaatan kepada-Nya.” (HR. Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Hakim dan yang lainnya dengan lafazh yang sejenis)

Allah membentangkan rezeki seluruh makhluk-Nya dan menentukan kadar atau ukuran yang diterima masing-masing mereka, sebagaimana firman-Nya :
اللّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاء وَيَقَدِرُ وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ

Artinya : “Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS. Ar Ra’du : 26)
Allah yang melapang atau menyempitkan, mengangkat atau merendahkan, memberikan dan menahan rezeki seseorang. Dia mengayakan dan mencukupkan rezeki siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia juga memiskinkan dan tidak memberikan kecukupan rezeki siapa saja yang dikehendaki-Nya dan semua itu berjalan atas hikmah dan keadilan-Nya. Dia Maha Mengetahui siapa-siapa yang berhak mendapatkan kelebihan rezeki dan menjadi kaya dan siapa-siapa yang berhak atas kekurangan rezeki dan menjadi faqir. Adanya orang-orang miskin dan adanya orang-orang fakir adalah sunatullah didalam kehidupan manusia demi keberlangsungan kehidupan itu sendiri, sebagaimana firman Allah swt :

Artinya : “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? kami Telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami Telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Az Zukhruf : 32)

Artinya : “Dan dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al An’am : 165)
Sesungguhnya dilebihkannya rezeki seseorang bukanlah berarti bahwa orang itu lebih dimuliakan dan diutamakan oleh Allah swt dari orang yang tidak mendapatkan kelebihan rezeki. Betapa kita telah menyaksikan banyak orang-orang musyrik, kafir para pelaku kemaksiatan yang memiliki harta banyak bahkan melimpah sementara tidak sedikit orang-orang shaleh yang tidak memiliki banyak harta bahkan hidup dengan penuh kekurangan harta benda atau miskin.

Dan tidak jarang semakin bertambah kekufuran dan kemaksiatan orang-orang kafir justru semakin ditambah harta benda dan kenikmatan dunianya oleh Allah swt hingga sampai batas yang telah ditentukan kemudian Allah timpakan kepada mereka adzab-Nya.

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am : 44)

Jika didalam permasalahan harta benda ini seseorang melihat kepada orang lain yang lebih kaya maka tidak akan pernah menghasilkan sifat syukur kepada Sang Pemberi nikmat dan yang ada justru kekufuran, berprasangka buruk kepada-Nya dan menyesali berbagai amal shaleh yang telah dilakukannya karena beranggapan bahwa itu semua tidak memberikan perubahan apa-apa didalam kehidupannya.

Oleh karena itu didalam permasalahan ini hendaklah seseorang melihat kepada orang yang lebih kekurangan dari dirinya, sebagaimana hadits Rasulullah saw,”Lihatlah orang yang lebih dibawah dari kalian dan janganlah kalian melihat orang yang lebih diatas dari kalian sementara ia adalah orang yang berhak. Dan janganlah kalian menghinakan nikmat Allah kepada kalian.” (HR. Muslim)

Rasa syukur atas segala nikmat Allah yang diberikan kepadanya betapa pun kecilnya merupakan sarana mendapat keredhoan-Nya dan menjadikan orang itu berhak untuk mendapatkan tambahan rezeki dari-Nya.

Artinya : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

Dan diantara hikmah keberadaan orang-orang kaya disamping orang-orang miskin adalah sebagai ujian bagi mereka terhadap nikmat yang diberikan kepada mereka. Allah swt ingin menguji orang yang kaya dengan kekayaan dan harta bendanya untuk kemudian menanyakan mereka tentang rasa syukurnya terhadap itu semua begitu juga dengan kefakiran yang diberikan Allah kepada seseorang adalah sebagai ujian baginya untuk kemudian menanyakannya akan kesabarannya terhadap kekurangan itu.

Tentunya kehidupan manusia berdiri diatas perbedaan, diantara perbedaan itu adalah adanya orang-orang kaya dan disisi lain adanya orang-orang miskin. Kehidupan tidak akan berjalan ketika seluruhnya adalah orang kaya atau seluruhnya adalah orang miskin. Untuk itu hubungan diantara mereka adalah hubungan yang saling membutuhkan demi menjaga keberlangsungan kehidupan di dunia.
Wallahu A’lam

Perth,

Saturday, July 18, 2009

Travelling time


Saat travelling antar negara, biasanya aku sudah get ready beberapa bulan sebelumnya. Hal terpenting yang perlu disiapkan, adalah dokumen-dokumen keberangkatan seperti visa, surat ijin, surat keterangan perjalanan untuk exit permit (paspor biru, huhu...) dan sebagainya.

Perjalanan antar negaraku yang pertama adalah ke Inggris, Britania Raya (UK). Kota tujuanku yaitu Manchester, terletak di bagian tengah arah Utara pulau Inggris. Persiapan untuk berangkat saat itu hampir dua bulan sebelumnya. Semuanya lebih kurang mengenai isi koper yang boleh sampai 40kg beratnya. Berbagai jenis pakaian sehari-hari, jas, jaket, pakaian-pakaian dalam dan long john sudah bolak-balik dimasukkan dan dikeluarkan sampai hari keberangkatan tiba. Norak bener, ya. Urusan dokumen tidak masalah, karena mostly diurus oleh British Council, agent sekolah kita. Aku tinggal menyiapkan surat-surat dari kampus UNRI saja yang tinggal difotokopi dari teman dan berbagai surat penunjang lain. Saat keberangkatan, kita sempat briefing dulu di British Council beberapa hari, sehingga ada bayangan harus ngapain saat di sana. Sayangnya, karena first time berangkat ke luar negeri, bawaanku super duper banyaknya... seolah-olah semua hal tidak akan bisa ditemukan di sana. Sambil tertawa mengenang saat itu, kini aku belajar menahan diri untuk membawa isi lemari pakaian/meja belajarku saat travelling antar negara.

Travelling berikutnya, sungguh santai, karena perjalanan ke Perth sudah diurus lengkap oleh ADS dan universitas tujuan. Aku tidak membawa banyak barang, cuman 30kg aja, mostly berisi baju-baju dan beberapa lembar kertas pegangan. Karena visa sudah diurus ADS, surat keterangan dari kampus sudah diurus beberapa saat lalu, tinggal surat setkab dan paspor biru yang perlu diurus. Inipun sudah tinggal menyerahkan dokumen dan uang ke unit pembuat paspor di Dikti. So, saat mo berangkat, kita tinggal ngumpulin dokumen aja dan siap berangkat. Karena masuk ke Australia tidak segampang ke UK atau negara lain, aku memutuskan untuk tidak membawa makanan apa saja. Setelah membaca betapa ribetnya urusan membawa seed, beras, herb, fruit, etc, aku lalu hanya ingin membawa obat-obatan ringan saja ke Australia, untuk persediaan beberapa minggu. Pakaianpun tidak repot, karena cuaca di Australia lebih hangat daripada saat di Inggris.

Perjalanan singkat antar negara lainpun kadang menjadi pengalaman berharga. Aku sering menggunakan jasa tour yang lebih mudah urusannya. Tapi, kadang aku perlu handle sendiri perjalananku. Untuk itu, kita mesti lebih cermat dalam mempersiapkan perjalanan kita.

First, kita perlu mengecek apakah negara tujuan kita memerlukan visa. Kita juga perlu cek apakah paspor kita masih valid berlaku, minimum 6 bulan sebelum expired kita mesti memperpanjang paspor.

Second, cek biaya perjalanan yang diperlukan. Kadang-kadang ada offer dari airlines yang super murah. Biasanya kita perlu book jauh-jauh hari tiket pesawat, supaya lebih murah. Kalau pesan tiket online jauh lebih fleksibel, tapi jangan lupa baca term conditionnya, soalnya ada yang refundable, ada yang bisa diganti tanggal keberangkatannya atau ada yang tidak mencantumkan biaya-biaya tambahan... sehingga bisa lebih mahal dari tiket airline lain.

Third, cek akomodasi dan tempat wisata negara tujuan. Jangan sampe nginepnya deket gunung, padahal kawasan wisatanya deket pantai. Ngarang... hehehe. Cari akomodasi yang dekat tempat wisata turis, jadi hemat biaya transportasi dan tenaga saat di sana. Biasanya ada hotel-hotel murah, bintang dua tapi bagus dan affordable di kawasan turis. Kalo rame-rame, mungkin bisa sewa apartment yang ada kitchen dan laundrynya. Aku memilih hotel yang ada websitenya, bisa pesan online sebelum berangkat, ada sign gembok (secure) di halaman pemesanan dan ada booking code, serta konfirmasi dari hotel kalo mereka terima booking kita. Last time, di Vietnam, kita dapat suite dengan harga kamar standard. Bayangin, bisa dapat kamar dengan lima tempat tidur, tapi hanya dihuni oleh dua orang!

Tempat wisata juga perlu dicek. Kita sering memilih museum, art gallery, istana/gedung bersejarah, tempat bersejarah maupun landmark. Jika ada tour murah dan hanya beberapa jam, itu lebih bagus diikuti. Soalnya kita tinggal denger tour guide, naik bis bareng orang-orang dan kadang tepat waktu sesuai dengan keinginan kita. Kalo cuman shopping dan merasakan suasana kota, ga perlu deh kuatir, tinggal jalan aja sendiri berkeliling shopping centre... Toh, ga kan borong atau kalap kan, liat barang-barang yang harganya standar di negara kita?

Fourth, baca sedikit sejarah, blog tentang negara tujuan, atau nonton dvd wisata. Aku sering lakukan ini untuk dapatkan background tentang sebuah tempat tujuan wisata. Semua ini membantu kita memahami berbagai keanehan atau kelucuan serta ketidakbiasaan yang ada di negara orang tersebut tanpa bingung lagi. Selain itu, mengetahui sedikit background akan membantu kita dalam menikmati tour, karena udah tau ceritanya.

Fifth, cek cuaca, musim, sehingga isi koper bisa pas. Bawa keperluan pribadi, seperti make up, sabun, sikat gigi, odol, etc untuk menghemat pengeluaran dan kalo belum sempat ketemu waktu sampai di hotel. Tidak perlu bawa banyak baju, untuk perjalanan beberapa hari, kadang pakaian dalam bisa dicuci sendiri di kamar hotel.

Mudah-mudahan tulisan ini berguna ya, buat yang mau travelling antar negara.

Hassle-free trip, gitu!

Perth, July 2009
There is a small town with no permanent citizens called “an airport”.

Tuesday, July 14, 2009

My Fairyland



I've been addicted recently to this game, My Fairyland. Actually it is only an application from the famous Facebook. Since I fond of flowers and insects, I found this game is terrific. The type of flowers are utterly amazing (not our daily type of flowers), the wildlife are also unexpected sometime and the challenge of getting gold and diamond, guys... are even ridiculous! We use the gold for watering the plants and the diamond to speed up flowers to grow.

I just enjoy the color of flowers, initially. Then, I interested in planting more seeds to fulfill my tiny little garden. It was absolutely fun, when I had to harvest my first flower. It was so addicted to plant new seeds and watch them grow everyday.

Instead of it, I found this game is a kind of brilliant. We need to do some other activities, like spotting wildlife, carrying out herbalism and alchemy to raise our gold and diamond, in the same time making friends with other people by visiting their gardens. Another interesting link to the outside of our world, which has been connected by this incredible game!

The challenges are not always easy. Spotting wildlife is terribly challenging. Even, collecting gold or diamond was quite annoying to me.

In the meantime, I do love to find out how to do this game quicker, since I'm not a patient gardener, even on this virtual world... But some research will do to make a comfortable situation for playing this game (means, enough gold in my pocket... without buying them:))

Give a try, you might like it...

Perth,
what a positive distraction...

Saturday, July 11, 2009

Our Brain


Otak beratnya hanya sekitar 2% dari berat tubuh, tetapi organ kecil ini menjadi sumber kekuatan dalam tubuh seseorang. Otak membutuhkan tantangan dan rangsangan agar tetap berfungsi dengan baik. Itulah sebabnya kita perlu memberikan latihan-latihan yang berguna, makanan yang baik dan tidur yang cukup pada otak kita.

Latihan (mind games) sangat diperlukan otak, karena otak selalu berproses (neurogenesis) setiap waktu. Agar otak berproses seperti itu, maka kita perlu melakukan sesuatu yang baru. Anak-anak kecil biasanya suka melakukan sesuatu yang baru setiap waktu. Hasil penelitian di Perancis, menyatakan bahwa membuat pe-er, membaca, bermain puzzle seperti Sudoku dan Scrabble, merupakan contoh brain training. Segala sesuatu yang membuat otak bereaksi dan berpikir cepat, membuat otak kita excited dan akan terus berfungsi baik. Memberikan pressure pada diri sendiri, kadang membuat otak gembira, karena ada sesuatu yang harus diproses. Itulah sebabnya, kalau mengerjakan sesuatu dalam last minute, kita kadang merasa mendadak cerdas. Padahal itu efek pseudo dari memberikan pressure pada otak. Kita juga bisa menggunakan game, terutama brain game (Nintendo) untuk melatih otak. Hanya saja, kita perlu juga melakukan latihan fisik untuk melengkapinya.

Makanan yang diperlukan otak ternyata cukup istimewa. Selain karbohidrat, protein, buah-buahan, telur dan susu, jenis buah berries (strawberry, blackberry, blueberry dan raspberry) ternyata berguna untuk syaraf otak kita. Kacang-kacangan dan omega-3 fatty acids (fish oil) termasuk makanan penting untuk otak. Fish oil atau minyak ikan dalam bentuk cair atau suplemen perlu jika kita kurang makan ikan. Kita perlu mengurangi lemak karena tidak memberikan keuntungan apa-apa untuk otak.

Tidur yang cukup membantu kita mengontrol selera makan. Kalau kita kurang tidur, makan tubuh akan terus meningkatkan selera makan, yang akhirnya membuat kita sulit mengontrol berat badan. Untuk otak, kita perlu step REM (rapid eye movement), yaitu step saat kita terlelap dan nyenyak agar otak dapat memulihkan diri dan berfungsi baik. Cukup tidur juga membuat kita lebih mudah mengelola stress. Jika kita sulit mengendalikan stress, maka kita rentan terkena stroke di kemudian hari.

Otak memerlukan 25% oksigen yang kita hirup. Oleh karena itu, bernafas dalam-dalam sangat dianjurkan saat kita sedang panik, agar otak lebih relaks dan alert. Cara bernafas yang baik adalah melonggarkan otot perut saat menarik nafas dan mengencangkannya saat mengeluarkan nafas.

Agar otak tetap sehat, lakukan hal berikut:
a) Lakukan latihan dan berikan tantangan pada otak, seperti melakukan hal-hal baru, membaca, menulis, berlatih musik, mengerjakan suatu project, bermain game positif atau melakukan aktivitas baru setiap hari.
b) Makan makanan sehat yang mengandung protein, karbohidrat dan buah-buahan. Makan vitamin dan fish oil untuk menjaga syaraf otak agar tidak cepat lelah.
c) Lakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, training di gym, berkebun, melakukan pekerjaan rumah.
d) Belajar untuk mengelola stress dan depresi. Cari jalan keluar, ask people or book, berdoa pada Allah.
e) Rileks dan tidur yang cukup. Sesibuk apapun, tetap usahakan tidur 7-8 jam sehari. Jangan pikirkan terus masalah tersebut, karena kita perlu istirahat juga.
f) Cek tekanan darah, diabetes, heart rate, kolesterol level.

Source: www.brainaustralia.org.au/healthy_ brain

Perth,
a capsul of fish oil a day, make the neurologist stay away…

Friday, July 3, 2009

Frenemy


Setelah frenvy, now, aku ketemu dengan frenemy. So, siapa itu frenemy?

A frenemy, is a pretend friend who secretly hate you and delight in making you feel bad.

Sounds familiar?

Kita wanita, dalam berteman ternyata benar-benar soft ya. Soalnya jika kita bersahabat dengan sesama wanita, kita cenderung punya emotional connections. Kita merasa empati/simpati, berbagi rahasia dan membuka hati kita. Itulah sebabnya kita sulit melangkah lebih jauh kalau sudah terikat dalam sebuah persahabatan.

Tetapi, ada beberapa sahabat yang diam-diam atau secara terbuka bergembira kalau kita ternyata mengalami masalah atau dipermalukan orang lain. Kitapun tak luput dari sikap tersebut kalau frenemy kita menghadapi masalah yang sama. Bukan hanya dia, tapi kita juga pasti memiliki frenemy, setidaknya satu atau dua orang.

Tanda-tanda dia adalah frenemy,
a) Kita sering merasa serba salah kalau beraktifitas bareng dengan dia. Kita suka kuatir kalo dia memberikan comment yang bikin depresi setelah bertemu dengannya.
b) Dia terlihat simpati pada kesusahan kita, tapi sebelum dia memberikan advice, kita bisa lihat di wajahnya ada just a flash of glee... tersenyum simpul sedikit atau senang sekilas. Sometimes dia malah ga simpati, tapi menertawakan kemalangan kita atau membuat kita malu saat kita ditimpa kesulitan.
c) Dia bersikap manis dan sayang di depan kita, tapi saat di belakang kita, ia bersikap lain. Tidak jarang ia mensabotase keberhasilan kita tanpa kita sadari.
d) Diam-diam dia selalu berkompetisi dengan kita dalam hal apapun.

Aku ketemu lagi dengan sahabat lama di FB, tapi ternyata mereka tetap orang yang sama walau kita mungkin hampir dua puluh tahun tidak bertemu. Mereka tetap orang menyebalkan dalam hidupku, yang diam-diam berkompetisi, comment ga enak seolah-olah mereka saja yang beruntung hidup di dunia ini dan sering berusaha membuatku discourage karena frenvy.

Jadi, bagaimana cara menghadapi frenemy ini?

Mungkin kita bisa bersikap seperti para pria dalam bersahabat. Berusaha saja tidak mengkaitkan segala sesuatu dengan emosi. Kalau diperlakukan buruk, ya mungkin dia lagi had a bad day... atau besoknya gitu lagi, ya cuek saja, ga usah dekat-dekat misalnya. Jika kita memang tidak gembira atau selalu kuatir dengan si frenemy, jauhi saja hubungan emosional. Kita masih tetap bersahabat, tetapi karena kita tau dia tidak bisa menjadi sahabat terbaik, so sekedarnya sajalah. Jangan sampai waktu dan energi kita habis karena mencoba menganalisis segala sesuatu jika kita sedang terlibat masalah dengannya.


Perth,
Frenemy bisa karena frenvy, ya?