Monday, December 10, 2012

Solo Traveller


Stage menjadi seorang solois dalam bertualang baru saja kumulai. Hubby dan keluarga tidak ada yang dapat menemani. Negeri bagian di Malaysia yang ramah kepada turis, yaitu Penang, menjadi destinasi pertamaku pada November 2012 lalu.

Bertualang sendiri bisa menimbulkan kegamangan. Khawatir tersesat tanpa teman, masalah keamanan saat jalan sendiri, atau tak dapat berbagi kebingungan menjadi alasan-alasan tipikal yang menghambat diri sendiri. Untuk mengatasinya, ada beberapa kiat yang ingin kubagi.

Pertama, pilih penerbangan yang tiba di tempat tujuan saat matahari masih terang atau di bawah pukul 7 malam saat musim panas. Aku sangat menghindari ketibaan saat gelap menjelang di sebuah tempat, kecuali ada jemputan khusus. Saat bepergian ke Penang lalu, aku memilih menginap di hotel dekat bandara dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya, ketimbang naik taksi atau bus malam-malam ke hotel di tempat tujuan. Kurang aman bagi wanita yang berjalan sendirian.

Kedua, kita bisa memilih hotel yang menawarkan transportasi ulang-alik dari hotel ke bandara. Jika tidak ada atau terlalu mahal, airport shuttle sewaan (misalnya dari http://www.world-airport-transfer.com) dapat menjadi alternatif. Untuk pilihan yang lebih murah, sewaktu di Kuala Lumpur dan Melbourne, kami menggunakan Skybus  (www.skybus.com.au, www.skybus.com.my).

Ketiga, saat berkeliling, gunakan transportasi umum di tempat yang memiliki ‘public transport’ bagus, dan gunakan taksi di tempat dengan ‘public transport’ kurang meyakinkan. Sewaktu di Penang, aku memilih naik bus kemana-mana karena lebih nyaman dan selalu ramai penumpang. Tetapi, saat di Shanghai, hubby dan aku lebih sering menggunakan taksi karena murah dan tidak terlalu ramai di dalamnya.

Keempat, pilih hotel yang direkomendasikan oleh situs pemesanan kamar hotel seperti www.booking.com dan www.agoda.com. Untuk memilih hotel, aku selalu mulai dengan lokasi, harga, bintang, lalu diseleksi berdasarkan rating rekomendasi (kebersihan, keamanan dan kenyamanan). Pemesanan memang dilakukan dengan kartu kredit, tetapi aku memilih ‘cash’ untuk pembayaran langsung.

Kelima, sebelum memilih hotel, pastikan kita mengetahui lokasinya dengan tepat. Karena bepergian sendiri, aku memilih hotel yang dekat dengan halte bus atau tempat perhentian taksi, dan tempat makan. Gunakan google map untuk mengukur jarak (http://maps.google.com) antara hotel dengan tempat-tempat wisata menarik lainnya. Pilih yang mudah dicapai dengan moda transportasi publik.

Keenam, periksa tempat-tempat wisata menarik yang disukai. Aku selalu menyukai taman, kebun, museum dan kampus, sehingga wisata ke kota tua atau pantai tidak terlalu berkesan bagiku. Aku selalu menjadikan tempat tersebut prioritas utama. Kalau waktu memungkinkan, sebenarnya kita dapat mengunjungi tempat-tempat wisata sebanyak-banyaknya. Tetapi pikirkan ‘kualitas’ ketimbang ‘kuantitas’. Karena perjalanan yang berusaha menikmati suasana akan lebih ‘sustainable’ dan berkesan, dibandingkan perjalanan tergesa-gesa untuk mengunjungi semua tempat wisata tapi tak memiliki kesan apapun tentangnya.

Ketujuh, simpan semua informasi dalam bentuk pdf dalam tablet, ipod atau handphone. Informasi berupa lokasi hotel, tempat wisata, rute kendaraan umum, biaya-biaya, tempat makan berupa peta-peta google map sangat ‘handy’ dalam situasi tanpa internet. Sebagai tambahan, aku sering memasukkan informasi singkat dari Wikipedia untuk membantuku memahami sebuah tempat wisata.

Kedelapan, bawa barang secukupnya. Bepergian sendiri membuatku belajar untuk ‘traveling lightly’, karena tidak ada yang akan membantu mengangkat koper. Aku tega meninggalkan barang-barang gratis seperti tas konferensi yang kunilai menambah beban baru. Pakaian dapat dicuci sendiri di wastafel kamar hotel, lalu dibiarkan sebentar di kamar mandi sehingga tidak ada air menetes dari cucian. Sebelum tidur, letakkan pakaian di tempat yang terkena angin AC. Dijamin esoknya akan kering dan wangi, siap disetrika, dengan setrika travelku.

Kesembilan, enjoy tiap moment, jangan menggerutu dan jangan panik kalau ada hal-hal di luar dugaan yang terjadi. Tetap nikmati suasana dengan santai dan bertanya pada petugas keamanan, supir bus, penjaga toko, etc, yang kita temui di tempat tersebut untuk mendapatkan informasi. Bukankah kita sendiri yang ingin bepergian, jadi tak perlu menambah kerisauan dan kekesalan dalam diri dalam sisa perjalanan kita.

Pekanbaru,
Enjoy your travel!





2 comments:

rahmi said...

Mba... berani bnaget jalan2 jauh sndirian, alut akuuuh

Monita Wibisono said...

thank's Mbak. Deket aja kok mbak, lagian tempatnya sangat nyaman untuk turis.