Sunday, March 4, 2012

Peluang itu selalu ada

“Yakin tidak mau mengambil peluang ini? tanya seorang rekan. “Ingat, peluang baik ini mungkin hanya sekali, siapa tahu tidak akan pernah datang lagi…” lanjutnya. Omigod. Aku mengernyitkan kening.

Lalu kujawab, “Bu, mungkin peluang yang ini bisa saja datangnya hanya sekali, tapi Insya Allah akan peluang-peluang lain yang lebih baik…”

“atau peluang-peluang lain yang diciptakan…” tambah teman dekat yang dari tadi mengikuti pembicaraan kami.


Peluang tidak selalu harus datang menghampiri
Pembicaraan kami sore itu usai begitu saja. Tetapi bekasnya masih ada di hatiku. Memang sudah menjadi pendapat umum bahwa peluang-peluang tertentu mungkin hanya datang sekali dalam seumur hidup. Tetapi, siapa yang bisa menjamin sebenarnya peluang tersebut hanya sekali menghampiri kita? Bukankah dugaan semacam itu sama saja dengan mendahului kehendak Allah. Padahal kalau Allah berkehendak, maka tidak ada yang dapat menolaknya, sehingga bisa saja peluang tadi datang lagi tanpa diundang kepada seseorang.

Aku memang memprotes cara berpikir kalau “sebuah peluang baik hanya datang sekali”. Seringkali kuperhatikan, bahwa sebuah peluang yang menghampiri mutlak merupakan peluang terbaik bagi seseorang. Hal yang dikira baik oleh seseorang belum tentu berlaku sama bagi orang lain. Maka, saat sebuah peluang datang, diri kita siap mengambilnya, maka sebenarnya peluang tersebut memang yang terbaik untuk kita.

Selanjutnya, aku setuju dengan pendapat temanku yang terakhir. Peluang tidak harus datang sendiri. Peluang bisa diciptakan. Apalagi kecenderungan di negara kita, suatu bangsa dengan populasi manusia terbesar keempat di dunia dengan jumlah lapangan pekerjaan tak sebanding, maka tidak heran masyarakatnya harus pintar–pintar menciptakan berbagai peluang. Jika tidak, masyarakat akan kesulitan untuk menghidupi keluarga mereka karena terbatasnya subsidi pemerintah. Nah, disinilah peluang-peluang baru banyak diciptakan oleh orang-orang kreatif tanpa menunggu ‘peluang gratis’ datang sendiri.


Perlu kekuatan hati, usaha keras dan tawakal kepada Allah
Untuk mendapatkan kesuksesan dari tiap peluang, maka rumus yang digunakan selalu sama, yaitu kekuatan hati, usaha keras dan tawakal kepada Allah.

Hanya saja, berbeda dengan peluang biasa, peluang ciptaan memang lebih rentan gagal karena ketidakpastiannya lebih tinggi. Tetapi, kita tidak boleh menyerah. Hadapi ketakutan dengan tindakan, meskipun lewat tindakan kecil. Kemudian, kita tidak boleh ragu pada kemampuan diri. Oleh karena itu, jangan meminta pendapat terlalu banyak pada orang lain sebelum mencobanya sendiri.

Terkait dengan pembicaraan kami di atas, maka aku berpikir kembali. Belum tentu semua peluang yang datang tanpa diundang bisa cocok dan membawa kebaikan pada diri seseorang. Sehingga jangan pernah menyesal kalau kita pernah menolaknya. Karena saat satu pintu tertutup, maka pintu lain sebenarnya akan terbuka. Hanya sayang, ketimbang menyadari pintu lain terbuka, kita lebih sering menyesali pintu yang tertutup.


Pekanbaru,


No comments: