Monday, August 19, 2013

Down South Western Australia’s Road Trip: Albany-Valley of the Giants (2)


Mawar besar
2 November 2011

Alhamdulillah. Pagi itu udara sangat nyaman untuk melanjutkan perjalanan ke arah Barat. Tujuan kami hari ini adalah Valley of the Giants di Denmark dan Augusta. Biar kedengaran aneh, ternyata di Western Australia juga ada tempat bernama Denmark. Tempat menarik yang wajib dikunjungi di Denmark adalah Valley of The Giants.

Perjalanan dari Albany ke Valley of the Giants, Denmark

Daerah Albany memiliki suhu rata-rata harian lebih rendah dibanding Perth. Berkat cuacanya yang cukup dingin, banyak sekali bunga-bunga indah di Albany. Misalnya saja bunga berbentuk ‘flower bed’ berwarna pink dengan daun tebal seperti kaktus. Atau mawar dengan bunga-bunga nyaris sebesar telapak tanganku sangat banyak terlihat di mana-mana. Di pinggir jalan, jejak musim semi masih terlihat ditandai banyaknya bunga-bunga anggrek liar bermekaran.

Barisan anggrek liar di tepi jalan
Albany-Valley of Giants berjarak sekitar 107km dan dapat ditempuh melalui South Coast Highway (rute Nasional 1) selama 1.5 jam. Pemandangan sepanjang jalan cukup indah, karena di satu sisi terdapat perbukitan dan padang rumput berwarna hijau, sedang di sisi lain banyak pantai-pantai dengan air berwarna biru cerah. Tampaknya bagian Selatan merupakan daerah pertanian dan peternakan sehingga pemandangan khas Australia seperti rumah-rumah pertanian dan kincir angin sering ditemukan. 

Setelah melewati Denmark, untuk mencapai Valley of the Giants (Walpole Wilderness Area), kita harus menempuh jarak sejauh 53.4km dari Denmark. Semakin jauh ke Utara, semakin berbeda vegetasinya. Pohon-pohon ekaliptus lebih besar-besar dan rimbun.

The Tree Top Walk

Ekowisata di tengah hutan Tingle (sejenis ekaliptus) diperkenalkan di Valley of the Giants. Tempat ini memiliki tiga atraksi menarik, yakni The Tree Top Walk, Ancient Empire Walk dan Discovery Centre. Hutan Tingle sendiri memiliki empat spesies mayor, yakni red Tingle, yellow Tingle, Marri dan Karri. Keempatnya dapat tumbuh hingga ketinggian 30-80 meter dan membentuk semacam kanopi di puncak-puncaknya.

Pohon Tingle yang terbesar memiliki sistem akar dangkal dan tersebar luas di dalam tanah guna memudahkan pohon menyerap kelembaban dan nutrisi dari tanah. Akar di permukaan tanah tersebut sensitif dan rentan terhadap kerusakan akibat pemadatan oleh langkah-langkah manusia di sekitarnya. 


Oleh karena itu penjelajahan hutan Tingle menggunakan The Tree Top Walk dari level kanopi tidak hanya menjadi sebuah pengalaman unik, tetapi turut bertujuan menjaga keberlangsungan pohon-pohon tua Tingle berumur puluhan tahun tersebut.

The Top Tree Walk



Pengalaman menyusuri jembatan The Top Tree Walk dengan total panjang bentang 600m di atas permukaan tanah ternyata bukan hal sederhana. Begitu diinjak, jembatan langsung bergoyang naik-turun secara perlahan. Meski kurang nyaman, konon efek swaying minor sengaja dihadirkan untuk menimbulkan sensasi berjalan di atas kanopi hutan Tingle. 


Swaying di ketinggian
Aku ingin berbagi rahasia. Sebenarnya hal ini menjadi satu pengalaman paling menakutkan dalam hidupku. Aku tidak percaya diri bisa berjalan di sana saat ada orang lain di belakangku. Pikirku, saat momen maksimum di tengah bentang tercapai, seberapa kuat tahanan dalam struktur dapat menopang orang-orang lain di belakangku? Pasalnya, semakin banyak orang di atasnya, maka semakin kencang goyangan (swaying) jembatan tersebut. 

Akhirnya aku sangat menyesal karena maju tidak berani, mundur tidak diperbolehkan. Cukup lama juga aku menunggu agar debar jantung mereda. 


Saat jembatan mulai sepi, aku cepat-cepat melintasinya sambil mencengkeram railing jembatan dan istighfar banyak-banyak. Di belakangku, seorang wanita paruh baya mengalami hal sama. 

Saat kami tiba di jembatan terakhir kami sempat sepakat perlu ada semacam ‘sertifikat keberanian’ disediakan oleh pengelola bagi yang berhasil menyusuri The Top Tree Walk. 

Tidak semua orang memiliki nyali untuk menyelesaikan semua lintasan tersebut. Dan, terus terang, cukuplah pengalaman ini sekali saja kualami dalam hidup. Biarlah hal-hal seperti ini milik orang-orang bernyali besar saja.

Melambai dengan panik

Sebetulnya aku tidak perlu khawatir terjadi apa-apa kalau saja sempat memahami spesifikasi konstruksi Top Tree Walk sebelum menaikinya. 

The Tree Top Walk membanggakan kualitas dan rancangan tempat berjalan dari besi anti karat yang dapat menampung maksimum 10 orang per bentang dan maksimum 20 orang di platformnya. Konstruksi tersebut mulai dibuka untuk umum pada tahun 1996 dan dirancang khusus oleh para insinyur struktur dari Ove Arrup (konsultan perencana berbasis di UK) yang melibatkan arsitek maupun artis lingkungan terkenal. Keseluruhan struktur terdiri dari enam bentang jembatan ringan sepanjang 60 meter yang dibangun di atas tujuh pilar penyangga (pylon) dengan ketinggian 9-40 meter di atas permukaan tanah. Pondasi pylon terbuat dari baja. Berat total struktur sekitar 10 ton dengan diameter pylon sebesar 0.6m. Kekuatan kabel baja pada jembatan adalah 85 ton, sehingga tidak ada alasan untuk ngeri sebelum beban maksimum yang diperbolehkan (10 orang per bentang) belum terjadi.

Ancient Empire Walk

Konon bumi saat masih disebut Gondwana (kusebut Gwona disini) sekitar 160 juta tahun lalu, hanya ada satu benua besar. 

Bukti bahwa bumi adalah satu kesatuan pada masa itu dapat dilihat dari jenis-jenis hewan dan tumbuhan dari spesies sama di tempat-tempat berdekatan. Contohnya adalah pohon Red Tingle, salah satu vegetasi asli hutan South West yang merupakan bagian dari benua Gondwana.

Grandma Red Tingle

Ancient Empire Walk memberikan kesempatan untuk melihat langsung di dekat akar pohon Tingle. Pohon terbesar di kawasan ini disebut ‘Grandma Red Tingle’, dengan diameter bawah 12m dan berusia sekitar 400 tahun. 

Uniknya banyak terdapat pohon Tingle yang bagian bawahnya bolong karena kebakaran, serangan serangga dan jamur. Beberapa pohon memiliki bagian bolong yang cukup besar untuk menampung beberapa orang berteduh saat hujan. Meski ada lubang besar di bawahnya, bagian pohon terluar bisa tetap tumbuh menjulang. Subhanallah.
Bagian bolong Red Tingle

Ada beberapa pelajaran dapat kuambil dari ekowisata Valley of the Giants selama beberapa jam ini. 

Pertama, konsep keberlanjutan diaplikasikan melalui The Top Tree Walk agar berbagi pengetahuan tidak merusak lingkungan yang telah ada. 

Kedua, pengamatan langsung di hutan semacam Ancient Empire mengenalkan jenis-jenis pohon, tumbuhan dan spesies hewan yang terdapat di hutan South West. 

Ketiga, keberadaan hutan kuno dengan mengangkat konsep Gondwana membantu kita memahami keterkaitan satu tempat dengan tempat lain di bumi berdasarkan kesamaan spesies hewan dan vegetasinya.

Kami puas hati dengan kunjungan ke Valley of the Giants.


Denmark-Augusta

Setelah itu kami harus meneruskan perjalanan ke Augusta menelusuri jalur South Western Highway. 

Kami tiba di pusat kota kecil Pemberton di Vasse Highway. Pemberton di UK adalah tempat tinggal Mr Darcy (Pride & Prejudice). Tetapi Pemberton di Australia sangat kecil. Saat kami berhenti di sana untuk membeli keripik kentang dan mampir di toilet umum, banyak orang yang melihat-lihat kami dengan pandangan heran. 

It was in the middle of nowhere! 

Wanita berjilbab sepertiku mungkin jarang terlihat di sana.

Pemberton

Beberapa saat kemudian kami sudah berada di jalan-jalan sepi Vasse Highway lalu Brockman Highway menuju Augusta. Ketika melewati hutan tersebut, cahaya matahari tidak terlalu terang. 

Di jalan jutaan serangga sejenis laron terbang dan sebagian dari mereka tertabrak kaca dan badan mobil. Kejadian itu berlangsung sekitar beberapa jam sehingga mobil penuh dengan bangkai serangga. Di tempat lain, ada hutan dengan tanah pasir kemerahan bersuasana cukup mencekam. 

Beberapa kali kami melihat bangkai Kangguru penuh lalat di tepi jalan. Kangguru besar jenis itu disebut Red Kangaroo yang suka melompat-lompat dan tertabrak kendaraan lewat.

Keheningan tempat itu menimbulkan imajinasi mencekam tentang orang-orang asli, hewan-hewan penghuni hutan seperti kangguru, possum, dan koala yang selalu tersembunyi di balik pekatnya hutan lama.



Pekanbaru,

Lanjut ke bagian (3).

No comments: