Tuesday, June 2, 2015

Tetap baik

Sungguh benar bahwa saat diri memiliki 'kekuatan' atau 'power' untuk memutuskan sesuatu, kita malah harus sangat lebih dekat kepada Allah dan berhati-hati sekali, sebab, selalu ada kesempatan bagi syaitan untuk menjerumuskan ke dalam perangkapnya...



Dahulu sekali saat masih kuliah, aku pernah mendapatkan nasehat bagus dari seorang teman dekat (teman yang kostnya dekat...). 

Sebenarnya aku sedang bingung karena ada salah paham cukup besar antara aku dan teman lain. 

Aku sedang berpikir-pikir enaknya mau bersikap seperti apa. Habis, tadinya kita baik-baik sih, tapi terus ada 'sesuatu' sehingga aku jadi malas bertemu dia lagi atau tidak mau baik seperti biasa ke dia. 

Padahal kami biasanya saling curhat dan memberi. Apalagi kalau pulang ke daerah masing-masing, pasti ada saja oleh-oleh dari sang teman, dan aku juga pasti membawakan sesuatu untuknya. 

Nah, si teman yang kostnya dekat tadi, setelah mengerti soal itu dengan bijak mengingatkan:
"Kalau kita pernah baik pada seseorang, sebaiknya jangan berubah sikap kita pada dia... kamu harus tetap baik pada dia. Paling tidak, supaya dia tetap ingat kalau kita memang orang yang baik..."

Well, nasehat yang dalemmm banget, yah. 

Baiklah, aku akan berusaha! 

Hmm, sebenarnya ada beberapa masalah kalau aku tidak konsisten mau baik pada sang teman.

Pertama, aku sudah niat mau memberikan dua bungkus keripik melinjo yang sudah kupesan, dan beberapa bungkus camilan lain saat dia pulang kampung nanti.

Kedua, aku tidak ingin ada ganjalan kalau ingin berbuat baik padanya di kemudian hari. Semua itu untuk kebahagiaan hidupku juga. Mengapa harus pikir-pikir kalau mau berbagi sesuatu. Cape, kan?

Ketiga, apakah berbuat baik itu hanya karena ingin dikenang sebagai orang baik? Bukankah lebih baik tetap baik seperti tidak ada masalah sebab fitrah diri yang ingin melakukannya? Mengapa harus pikir-pikir bersikap seperti apa setelah ada masalah? Allah melihat dan memberikan pahala untuk kebaikan itu, tanpa kita harus merasa ingin diingat jadi orang baik.

Pekanbaru,

No comments: