Tuesday, June 29, 2021

Belajar budaya penduduk native

Musim panas 2007.

Outing pertama kami di Western Australia adalah mengunjungi perkampungan Aborigin di dekat pinggiran kota Perth. Kami para awardee Australia Development Scholarships berangkat dengan bis tour besar yang telah disediakan pihak ADS Curtin University. 

Kunjungan ke tempat tersebut untuk mempelajari budaya penduduk native/Noongar people yang telah lama berada di alam. Kegiatan pertama adalah belajar keahlian berburu kangguru dan angsa liar di dekat air. Kami diajari membaca jejak binatang untuk berburu, beramai-ramai mencoba melempar tombak buatan dan mengamati baik-baik cara menangkap angsa terbang cepat di atas air. Kehidupan mereka cukup keras karena pada saat-saat walkabout di musim dingin, mereka harus tidur di alam terbuka dalam sebuah 'hut' atau tenda terbuat dari dahan, ranting, rumput dan daun-daun. Makanan diperoleh dari berburu hewan liar termasuk kangguru dan memetik buah-buahan yang dikenal sebagai bush food. 

Selanjutnya kami bergerak lebih dalam lagi ke hutan menemui seorang mama native yang duduk di kelilingi keranjang-keranjang rotan berisi daun-daun dan buah-buah hutan. Kami mendengarkan cerita mengenai kehidupan sebagai wanita native. Di waktu-waktu tertentu mereka harus memetik daun-daun khusus, lalu mengeringkannya dan menggunakannya untuk obat maupun teh. Untuk buah-buahan seperti bush tomato, lilly pilly, bush apple dan beberapa jenis buah-buah native yang sangat sehat untuk dimakan dalam diet mereka. Sama seperti kita di Indonesia, ada banyak jenis daun-daun yang bisa dipakai untuk penjagaan dan perawatan kesehatan seperti daun sirih, daun pepaya, daun salam dan daun sirsak. Mama native itu lalu bercerita mengenai khasiat beberapa tanaman dan cara mengidentifikasinya. Salah satu pelajaran berharga selama kami berada di tempat tersebut. Hingga saat ini aku masih sering mencari-cari tanaman-tanaman asli di botanical garden Perth sambil menikmati wangi-wangian atsiri yang muncul saat hujan turun di sana.

Tempat ini penuh dengan tanaman gum atau eucaplitus dengan dahan-dahan berbentuk unik yang mungkin dibantu angin.  Kami harus menaiki dek untuk berjalan masuk dan keluar dari tempat tersebut tanpa harus melalui batu-batu di bawahnya. 

Perjalanan tersebut sangat berkesan, terutama karena budaya dan diet penduduk yang unik tidak dapat ditemukan di benua lain. 

Pekanbaru 2021