Showing posts with label Life in Perth. Show all posts
Showing posts with label Life in Perth. Show all posts

Thursday, July 2, 2020

Sudah tahun ketiga


Minggu depan aku sudah masuk pada tahun ketiga riset postgradku.

Perasaanku selain sedikit panik karena biasa, kan, juga baik-baik saja sedikit excited! Aku sedang senang-senangnya menghubungkan data dengan teori. Sebenarnya cukup ribet, apalagi kalau pas tidak nyambung apa yang diperkirakan dengan yang ditemukan. Tetapi, aku bersikap positif saja, bahwa tiap masalah itu adalah 'tantangan'!

Mungkin aku sudah pasrah dengan risetku.

Tahun pertama kuhabiskan belajar teori dasar membuat beton geopolimer.

Tahun kedua, aku mulai merancang dengan serius apa yang harus kulakukan supaya arah risetku jelas.

Tahun ketiga, kulaksanakan apa yang sudah kufix-kan di tahun kedua.

Tahun keempat ini aku baru sangat excited karena sudah ketemu hal-hal menarik yang dapat dilaporkan dalam thesis.

Jadi, semua itu sudah melewati berbagai perjuangan yang tidak sedikit menghabiskan tenaga, waktu dan materi. Boleh dibilang, aku telah tewas berkali-kali. Tetapi aku berusaha untuk terus hidup dan berjalan, walaupun sangat pelan. 

Oleh karena itu aku merasa di tahun terakhir ini, aku masih mampu berjalan, pelan dan penuh ketawakalan kepada Allah.

Aku sering bertanya-tanya seperti apakah perjalanan yang dilewati teman-temanku? Memang tiap orang ada masalah, tapi kok kayaknya mulus-yah?

Ternyata, setelah kurenungkan dan kuingat-ingat, sepertinya tidak semua orang memiliki jalan yang mulus. 

Sekuat-kuatnya mereka berusaha, ada saja yang menghalangi mereka untuk berjalan cepat. Akupun teringat temanku yang mengalami masalah keluarga, keuangan, supervisor, topik, dan seribu macam masalah lain.

Tetapi karena tujuan kita sama, yaitu lulus, hehehe, maka semua rintangan itu sedapat-dapatnya dihadapi dengan ketenangan, kemauan dan kekuatan untuk terus melangkah ke arah yang telah ditetapkan.

Jadi, meskipun aku telah di masa penghujung studiku, aku tetap berjalan tegak supaya aku bisa menuju tujuan akhirku menjadi seorang yang berguna bagi umat dan bangsa.

Semoga.

Perth 2010
sedikit merenung di senja hari:(

Saturday, June 20, 2020

Mulches

Pertama kali melihat taman-taman di Perth, aku heran melihat tumpukan mulches/mulsa/wood chips di atasnya. Tadinya aku berpikir mulches dipakai  supaya tanah di taman tidak berantakan diganggu burung. Haha, ternyata aku salah. 


Mulches untuk penutup tanah (foto dari Dreamstime).

Mulches memiliki fungsi sangat penting dalam menjaga kelembaban tanah. Suhu sehari-hari di Perth cukup sejuk, tetapi bila tiba musim panas, maka suhunya bisa mencapai 40 derajat Celcius. Selain udara yang kering dan kelembaban yang kurang, air di tanah berpasir tersebut sangat mudah hilang. Untuk menjaga kelembaban tanah, maka potongan-potongan kecil kayu tersebut dihamparkan di bawah pohon, bunga-bunga bahkan tanah lapang yang luas sekalipun.

Mulches dibuat secara khusus dengan mulchers atau alat pembuatnya. Pembuatannya sendiri benar-benar pintar karena bahan baku tidak perlu disediakan khusus. Cukup dengan pemotongan dahan dan ranting pohon-pohon (pruning) di daerah urban dan kota secara berkala, maka stok mulches tidak sulit didapatkan.

Hari itu aku sempat berdiri cukup lama sambil menunggu bis yang akan membawaku dari Technology Park, Bentley, ke kampus. Di depanku ada dua mobil dan dua orang pekerja yang sedang merapikan pohon-pohon di sepanjang Jarrah Rd. Setelah beberapa saat mengamati, barulah aku mengerti kalau mereka sedang membuat mulches.

Prosesnya dimulai dari pemotongan cabang-cabang pohon yang perlu dirapikan. Cabang-cabang itu dipotong menggunakan pruning stick untuk dahan-dahan kecil, atau chainsaw jika dahannya besar-besar. Tidak hanya untuk cabang-cabang yang dapat dijangkau di bagian bawah pohon, si pemotong juga naik ke atas box mobil khusus untuk memotong ranting kering, tidak indah atau membahayakan saat terjadi angin kencang.

Keduanya bekerja secara simultan. Seseorang memotong, sedang yang seorangnya lagi memasukkan dahan-dahan tersebut ke dalam mulcher. Si pemotong naik ke atas pohon dengan mobil khusus, lalu ia akan memotong dahan yang terlihat kering, tidak indah atau terlalu besar yang membahayakan saat terjadi angin kencang.

Dahan-dahan tadi lalu diambil dan dimasukkan ke dalam mesin pembuat mulches (mulchers). Untuk pohon pinus sebesar ini, mesin mulchernya benar-benar besar. Kalau kita punya kebun dan mau membuat mulches sendiri, kita bisa menyewa mesin pembuatnya untuk beberapa jam saja. Jadi tidak perlu membeli mulcher sendiri.

Selanjutnya mulches tadi bisa dijual atau digunakan kembali untuk keperluan taman yang bersangkutan. Biasanya mulches banyak dijual di nursery atau toko tanaman. Belinya bisa per karung dan kelihatannya untuk 1 meter persegi taman, butuh 1-2 karung mulches.

Mulches dihamparkan di atas tanah dengan ketebalan secukupnya. Kalau terlalu tebal, bisa-bisa air hujan tidak bisa terserap di tanah dengan cepat. Sedangkan jika terlalu tipis, maka tujuan awal untuk mengurangi penguapan berlebihan jadi tidak mudah tercapai.

Anyway, aku suka proses pembuatan mulches ini karena benar-benar efisien dalam memanfaatkan dahan-dahan pohon terbuang. Kan dahan berlebih sebenarnya tidak perlu dibakar. Asap pembakaran bisa menjadi polusi. Bagaimana kalau dahan-ranting bahkan batang kayu dijadikan chips untuk melindungi tanah dari penguapan berlebihan. Bisa tidak ya, dibuat di Indonesia?

Perth 2013,
Kalau batang kayu besar yang masuk, aduh, mulcher sangat berisik!

Friday, June 12, 2020

Reuni

Ini adalah opiniku soal reuni.

Beberapa tahun lalu, reuni buatku bukan prioritas. Setelah lama-lama jengah dengan ajakan 'kumpul yuk', 'reuni yuk', 'temu alumni yuk' ala teman-teman SMAku (sorry, guys!), yang diisi dengan kegiatan ketemuan di tempat makan, aku memutuskan 'reuni dengan teman-teman SD/SMP/SMA' is not my style of socializing'. Kecuali... eh, kecuali, reuni dengan teman-teman alumni dari universitas lain. Itu, baru namanya socializing!


Reuni ibarat benchmarking atau tempat mengukur keberhasilan diri?

Masa lalu, mbok dibiarkan berlalu. Apa serunya ulang-ulang cerita lama tentang guru matem, guru ipa, guru kesenian, malam kesenian, etc. Mungkin juga ada sedikit singgung-menyinggung kehidupan di kompleks, ngecengin kakak kelas/adik kelas, kisah cinta orang, band waktu SMP atau teman-teman yang ngetop di sekolah. 

Seperti memutar program radio berulang-ulang saja menceritakan indahnya kehidupan yang tak tersentuh realita di dunia tersebut.

Setelah dipikir-pikir sepertinya aku malas reuni mungkin karena dulu aku bukan seleb atau kurang top saat SMA? *mikir sambil giggling*. Atau barangkali terlalu banyak stori dengan teman-teman yang kurasa agak memalukan? Mungkin juga karena masa-masa tersebut kita tidak jaim sehingga dunia serasa milik anak-anak SMA membuatku merasa kuper setelah berinteraksi dengan dunia lain di Jogja, Manchester dan Perth sana. 

Cihuy, akhirnya paham juga kenapa aku hating 'reuni anak SMA'ku itu.

Tapi kalau temu alumni teman kuliah aku baru cepet datangnya. Berhubung masa-masa kuliah tidak ngetop juga, tapi jelas yang mo dibicarain scope-nya cukup luas, jadi aku tidak keberatan ketemu teman-teman baru yang satu alumni denganku. Minimal bisa tuker-tukeran pendapat tentang sistem universitas atau info tinggal di Jogja, dah!

Kalau ikut reuni dengan teman dari universitas lain, nih, yang sebenarnya lebih menarik hatiku. 

Kebetulan waktu aku selesai S1, aku bertemu sekelompok teman-teman dari institut terkenal di Denpasar, bahkan salah satu dari gerombolan itu malah jadi 'mi hubby'. Apa sih, maksudnya? Maksudnya, aku menemukan teman-teman dari uni paling top di Indonesia, yang kukira 'tinggi hati' dan 'ga mau teman dengan kami yang dari swasta', seperti anak-anak universitas negeri yang kutemui di Jogja. 

Mau ding, berteman, tapi yoo, karena dari swasta, kamu ga bisa jadi temanku, okeh? Gitu kira-kira 'gesture' mereka. 

Nah, teman-teman dari institut ini kok ya, ramah gitu, rendah hati, padahal pinter-pinter, merajai kelas bahasa waktu itu dengan writing tertinggi atau skor latihan tertinggi. Ga keliatan kalo mereka mengusung 'we are from somewhere above khayangan, lo' seperti yang kukira. Bahkan dengan baik hati mereka suka mendengarkan aku curhat, memberi saran-saran jenaka atau saran-saran jitu saat kami semua mulai bersahabat. 

Pendeknya, aku seperti menemukan teman-teman dari dunia yang sama! Jadi nyesel dulu ga berusaha kerja-keras masuk institut ini... (hihi, kayak keterima aja!). Serius, itu termasuk satu hal yang kusesali, bahwa aku tidak cukup informasi dan kemauan untuk belajar keras masuk ke salah tempat terbaik menuntut ilmu di negara ini.

Anyway, last time, temu alumni institut ini di Burswood Park membawaku dan hubby berkenalan dengan komunitas kampus mereka di Perth. 

Aku tidak bicara banyak-banyak dengan teman-teman wanita yang ternyata para istri, tetapi aku malah ngerumpi riset dengan Amalia, temanku di kampus. Barulah pada saat mereka memperkenalkan diri, dengan seksama aku mengamati orang-orang yang mengaku alumni itu. Pada dasarnya mereka pede (mungkin karena menjadi lulusan institut itu sangat bergengsi), mayoritas berkarir di Australia (bukan jadi student, loh), berani mengambil resiko (beberapa jadi enterpreneur atau berkarir di bidang lain, bukan majornya), tidak sombong, punya kepedulian sosial (waktu itu ada yang ngusulin iuran untuk memberi beasiswa mahasiswa S1 di kampus lama mereka yang susah) dan memang ramah-ramah.

Aku menangkap 'gesture' berbeda dengan perkumpulan teman-temanku dahulu. Kelompokku itu kadang kurang efisien dan efektif dalam kegiatan seperti ini. Seringnya bercanda, saling mengejek, berpanjang-panjang membicarakan harta/karir, membicarakan masa lalu, hal-hal yang membuat keningku jadi berkerut banyak karena bingung dan menganggap mereka buang-buang waktu. 

Whua, anyway, mungkin daripada ntar aku dikira songong, mending aku bilang kalau 'duniaku mungkin sudah berbeda' dengan dunia mereka.

Jadi temu alumni yang kuikuti beberapa minggu lalu, masih meninggalkan keingin-tahuan sebenarnya, 'seperti apa yang diajarkan di kampus my hubby, ya?' atau 'seperti apa rasanya jadi mahasiswa di sana'? Hiks!

Perth 2009
Pekanbaru 2020
Thank's hubby yang udah mau mengajakku ke sana dan memberikan perspektif lain.

Friday, June 7, 2013

Halal Restaurant, Cafe and Takeaway in Perth (newly updated 2013)

Kunjunganku ke Perth bulan Februari-Maret 2013 lalu, memberikan kesempatan untuk mendapatkan WA Halal Booklet 2013 di Curtin Mushala. Alhamdulillah. 

Berikut list tempat makanan yang tersertifikasi halal di Perth oleh Western Australia Halal Authority.




Masakan Indonesia:
Indonesian Indah Restaurant
118-120 Barrack Street, Perth WA 6000

Manise Cafe
Unit 2-449 William Street, Northbridge WA 6003

Tasik Indonesian Restaurant
63 Aberdeen Street, Northbridge WA 6003

Bintang Cafe
Shop 12/190 Albany Highway, East Victoria Park WA 6101

Batavia Corner
3/912 Albany Highway, East Victoria Park WA 6101

Waroeng Jakarta
Shop 10F Spencer Village Shopping Centre, 200 Spencer Road, Thornlie WA 6108

Osh5one Bali Modern Cuisine
Unit 4/1163 Albany Highway, Bentley WA 6102
  

Masakan Jepang:
Shimizu Donabe and Bento
166 Murray Street, Perth WA 6000   


Masakan India, Pakistan dan Afganistan:
The Indian
2/123 James Street, Northbridge WA 6003

Jessie's Curry Kitchen + Cafe
869 Beaufort Street, Inglewood WA 6052

Maya Masala
Shop FC 7, Belmont Forum Shopping Centre, 227 Belmont Avenue Clovedale WA 6105

Maya Masala Indian Brasserie
Cockburn Shopping Centre, 816 Beeliar Drive Succes WA 6164

Currry Affair Indian Cuisine
Unit 2/11 Exchange Road, Malaga, WA 6090 

The Ghan Restaurant
Shop 4, 224 Belmont Avenue, Cloverdale WA 6105


Kebab dan masakan Turki:
Alto's Kebabs
39 Lake Street, Northbridge WA 6003  

Istanbul Cafe
56-58 Lake Street, Northbridge WA 6003

Istanbul Restaurant
19B Essex Street, Fremantle WA 

Morley Kebab & Turkish Bread
Shop no 6-412 Beechboro Road Beechboro Shopping Centre, Beechboro WA 6062
  
Kardinya Kebab House
Shop 30 no 18 South Street, Kardinya WA 6163

Turkish Kitchen
1019 Albany Highway, East Victoria Park WA 6101   

Thornlie Kebabs & Hot Turkish Bread
Shop 27, 318 Spencer Road, Thornlie WA 6108  

Habib's Kebab
Shop 49, 27-45 William Street, Fremantle WA 6160

Roj Kebab
Unit 2/16 Mends Street, South Perth WA 6151   


Lebanese Roasted Chicken & Kebabs Express
Shop 1, 544 Hay Street, Perth WA 6000

AFG Fish and Chips Kebab
292 Corfield Street, Gosnells WA 6110

Safa Mediterranian Charcoal Kebab Cafe
1016A Albany Highway, Victoria Park WA 6101

Istanbul Kitchen
394 Fitzgerald Street, North Perth WA 6006

Kebabbque Cannington
Unit 1/1336 Albany Highway, Cannington WA 6107   

Shenton Kebabs
159 Onslow Road, Shenton Park WA 6060

Antalya Kebabs Cafe
Shop 1/5 Progress Street, Morley WA 6062 
   

Cafe, Fast Food and Take Away:
Satay Spot
Shop M10, 207 Murray Street, Perth WA 6000

Satay Club 
5/123 James Street, Northbridge WA 6003

Charco's The Flaming Chicken
Shop 9/74 Warton Road, Huntingdale WA 6110

Harry + The Boys Carramar, Jindalee, Yanchep, Girrawheen
Shop 1, 7 Cheriton Drive, Carramar WA 6031
Shop 9, 6 Jindalee Blvd, Jindalee WA 6026
Shop 4, 99 Lindsay Beach Blvd, Yanchep WA 6035
Shop 28, 64 Marangaroo Drive, Girrawheen  WA 6064

Pretzo Cino
Shop 168/243-253 Walter Road, Morley WA 6062

Ali Baba Take Away
114 Kooyong Road, Rivervale WA 6103

The Curtin Student Guild
Basement Cafe
Noodle Corner Asian Cuisine
Curtin University, Bentley WA 6102

Restaurant Rasa Nyonya Penang
Shop 6 & 7, 1019 Albany Highway, East Victoria Park WA 6101

Chargrill Express Cafe
Shop 6/386 Wanneroo Road, Balcatta WA 6061

Little Castle
Shop 6, 910 Albany Highway, East Victoria Park WA 6101

East West Cuisine
Shop 20-21, 300 Murray Street Perth WA 6000

Nando's Beechboro
Altone Road 17-18 Centro, Altone Park Beechboro WA 6063
 
Pretzos Rockingham
Shop 17, Rockingham Shopping Centre, 1 Council Ave, Rockingham WA 6168

Lozed Mix Press
Shop 2/100, Murray Street, Perth WA 6000

D'Ansaka Restaurant
Unit 1 Clarence House, 566 Hay Street Perth WA 6000

Malaysian Dining Delight
111 Manning Road, Bentley WA 6102

Pretzos Galleria
Kiosk 28 Galleria Shopping Centre, Morley WA 6062

Putong Thai Restaurant
40 Greenpark Road, Alexander Heights WA 6064

Trinco Star Restaurant
Shop 5, 98 Waratah Blvd, Canningvale WA 6155 


Selamat mencoba makanan halal di Perth.

Pekanbaru,