Wednesday, June 20, 2012

Dari Manchester to Paris: Our way to Channel Tunnel Folkestone (2)


crippencartoons.co.uk
Day 1, 16 Juni 2000,
It was the D-Day! Pagi-pagi sekali, aku, mbak S, kak T dan kak A, dua teman kami dari Malaysia, siap menunggu bis wisata yang akan membawa kami ke Perancis. Kami menunggu selama 2 jam di sebuah taman dekat kompleks perumahan. Aku sampai bisa mengarang sebuah cerpen saking lamanya menunggu di situ! Ceritanya menggunakan setting rumah khas Inggris dengan pohon rindang di depan rumah. Mawar-mawar putih bergerombol memenuhi halaman. Lewat jendela besar yang mengarah ke jalan, orang bisa melihat betapa rapinya rumah tersebut. Maklum, hanya dihuni oleh dua orang tua… orang tua… zzz…

Sebuah bus besar berwarna hijau tua berhenti di depan kami. Seorang supir tua berpakaian rapi dan mengenakan kaca mata hitam keluar dari bus. Kami langsung menghampirinya sambil menunjukkan tanda terima booking tour. Ia mengangguk, lalu menunjukkan di mana kami bisa meletakkan koper dan tas di tempat barang. Kemudian kami berempat naik ke dalam bus, berharap bisa melanjutkan lamunan atau kantuk yang sedari tadi menyerang.

Tapi sayangnya, tempat duduk terbaik telah diambil semua oleh peserta tour! Kami mendapatkan tempat duduk paling belakang, tanpa kursi yang bisa disetel. Hoaaa… aku sempat shock dan tidak terima lho. Tapi mau bagaimana lagi. Lebih dari 90% populasi bus ini adalah orang-orang tua. Tidak heran kalau kami yang muda ini harus duduk di bangku paling tak nyaman selama 8 -9 jam perjalanan tersebut. Setelah beberapa jam, barulah aku bisa menerima kenyataan dan mulai bisa menyesuaikan diri dengan posisi tidur yang enak di bangku keras itu. Yah, sesuai budgetlah, kan cuman 60GBP!

Rute menuju British Terminal di Folkestone, Kent, dari Manchester melewati Chester Rd, lalu masuk M6 menuju Birmingham. Kami melewati kota-kota seperti Northampton, Dartford, Ashford, untuk sampai di Folkestone. Folkestone merupakan titik awal penyeberangan Channel Tunnel dari sisi Inggris, ke Pas-de-Calais, Calais, daratan Utara Perancis. Sepanjang jalan di daerah Kent tersebut, kami melihat beberapa kastil besar yang lengkap dengan kolam dan kebun indah. Mungkin seperti itu ya, rumah Mr Darcy of Pemberley~ di Jane Austen (wink!). Apalagi saat itu sudah awal musim panas, sehingga pemandangan di antara taman-taman bergaya Inggris tersebut terlihat sangat dramatis.

Setibanya di Folkestone,  aku terkejut karena tidak pernah mengira kalau penyeberangan dengan Channel Tunnel tersebut ditata dengan sangat serius. Pengamanannya sangat ketat, seolah-olah kami akan memasuki kawasan perang. Berhubung di dalam bus itu hanya ada empat orang berpaspor asing, maka bis harus dihentikan untuk pemeriksaan. Sebenarnya ada dua orang yang paspornya sangat perlu diperiksa untuk masuk Perancis, siapa lagi kalau bukan~ diriku dan mbak S. Prosesnya tidak lama, karena hanya ada empat paspor asing yang perlu diperlihatkan kepada petugas imigrasi. Sebuah bangunan dengan struktur tenda berfungsi menjadi terminal keberangkatan. Di balik bangunan besar itu, aku nyaris terbelalak melihat  fasilitas yang disediakan untuk menyeberangi Channel Tunnel!

Pekanbaru
(to be continued to Part 3)


No comments: