Wednesday, July 18, 2012

Dari Manchester to Paris: Paris Excursions (5)


Day 2, 17 Juni 2000
Hari kedua ini pastilah sangat sibuk. Aku tidak tahu persis apa yang akan kami kunjungi. Maklum, first time traveller. Kami hanya mengikuti rencana kak A, teman seperjalanan dari Malaysia yang sudah pernah ke Paris. Ia membuat rencana agar kami bisa berjalan-jalan sebentar di Champs Elysees, ikut tur ke Versailles Palace, menikmati suasana sungai Seine dan ditutup dengan mengunjungi Menara Eiffel.

Arc de Tromphe
Berlokasi di Place Charles de Gaulle, monumen setinggi 50 m ini adalah pusat keramaian di sana. Arc de Tromphe adalah sebuah monumen pahlawan yang gugur dalam Revolusi Perancis. Monumen yang dibangun pada tahun 1806  dan selesai pada tahun 1836 tersebut berupa lengkung sederhana dengan jembatan  di atasnya. Aneka relief di monumen tersebut menggambarkan kedamaian, kemenangan Napoleon maupun kedatangan sukarelawan yang membantu dalam perang.

Bagi yang suka mengamati sistem transportasi, maka pemandangan lalu lintas di sekeliling Arc de Tromphe bisa jadi terlihat mengerikan. Monumen ini bak sebuah bundaran besar dengan enam simpangan yang sangat padat. Berkali-kali aku memekik kecil melihat kejadian cukup mengejutkan seperti mobil yang nyaris diserempet bus, pengendara motor yang mau  menyerempet mobil atau ambulans yang melaju dengan cepat tanpa peduli keadaan di sekitarnya. Untuk kekacauan tersebut, maka di Place Charles de Gaulle telah ditetapkan bahwa asuransi kecelakaan tidak berlaku. Pelaku dan korban tabrakan harus sama-sama beriuran untuk membayar kerugian akibat kecelakaan yang ditimbulkan. Pagi itu kami sempat melihat sebuah mobil dengan bendera Perancis yang dikawal polisi bermotor. Mungkinkah kendaraan itu milik presiden Jacques Chirac?

Champs Elysees
Jalan paling terkenal di Paris ini memiliki banyak kafe, bioskop, butik bermerk, serta merupakan lokasi real estate termahal di dunia. Jalan sepanjang 1.91km dibangun untuk menghormati kemenangan Napoleon Bonaparte. Suasananya sendiri tidak terlalu luar biasa menurutku. Mungkin karena masih pukul 8 pagi atau karena kami sedang terburu-buru! Kafe-kafe banyak menawarkan kue-kue dengan tampilan menarik strawberry cheesecake, aneka pie berkrim tebal, yang menggugah selera. Meski begitu kami hanya dapat membeli Fish O Fillet dari McDo!

Versailles Palace or Chateau de Versailles
Kami dijemput bus dari Arc de Tromphe dan diantarkan ke Versailles Palace. Istana tersebut berada sekitar 20km dari pusat kota Paris. Pelajaran sejarah Perancispun di mulai pagi itu. Tetapi, untuk detailnya, aku akan menulis pengalaman mengunjungi Versailles Palace dalam post berbeda. 

River Seine Cruise
Setelah berkunjung ke Istana Versailles, kami diantarkan ke sebuah jetty untuk mengikuti cruise. River Seine yang melewati Paris mempunyai panjang 776km membentang dari Source-Seine ke English Channel. Kapal dari perusahaan Bateaux Mouches yang dapat mengangkut ratusan orang berlayar sekitar satu jam menyusuri River Seine. Bateaux Mouches berarti “fly boats’ beroperasi sejak 1867 dengan kapal uap. 

Cruise merupakan cara paling santai dan cepat (menurutku) untuk menikmati keindahan kota secara keseluruhan. Awalnya perjalanan terasa sangat lambat. Kapal melewati beberapa jembatan di River Seine. Sebagai informasi, River Seine memiliki 32 jembatan di daerah Paris. Saat jembatan-jembatan indah seperti Pont Alexandre III yang membentang di atas River Seine telah dilewati, aku menjadi sangat bersemangat. Jembatan Pont Alexandre III adalah simbol persahabatan antara Perancis dan Rusia. Aneka jembatan dengan berbagai tipe, arch, normal girder, steel, pedestrian, etc, seperti Pont Neuf, Pont Royal, Pont des Arts, yang terlihat membuatku menyadari bahwa jembatan tidak hanya sebuah ‘penghubung’ tersebut dari daerah left bank dan right bank kota Paris. Tetapi dapat mempercantik sebuah kota dan menjadi tempat paling romantis untuk melihat River Seine berduaan dengan someone special.

Bagian bawah jembatan dipenuhi orang-orang yang sedang berjemur, bersepeda, berjalan, mendorong kereta bayi dan aneka aktivitas lain. Tepian River Seine memang telah dirancang menjadi semacam Paris Beach oleh walikota Paris. Ribuan ton pasir, pohon palem dan kursi berjemur disediakan di pantai artifisial tersebut. Meskipun terasa sedikit aneh, tetapi River Seine berhasil menarik ratusan orang keluar dari rumah mereka setiap hari di musim panas untuk bersantai di tepiannya.

Lewat cruise ini kita bisa melihat tempat-tempat bersejarah di kota Paris. Di mulai dengan Place de la Concorde, musee Louvre, Notre Dame, Palace of Justice, Musee d’Orsay, Invalides, Eiffel Tower dan patung Liberty di sebelah jembatan Pont de Grenelle. Patung Liberty yang dibangun pada tahun 1885 ini berukuran lima kali lebih kecil daripada patung Liberty di New York.


Eiffel Tower
Perjalanan sore itu diakhiri dengan kunjungan ke Eiffel Tower. Sebetulnya kita bisa memandang Eiffel Tower dari seluruh penjuru Paris. Tetapi, datang ke Paris tanpa berfoto di sana, belum ke Paris namanya! Lokasi menara itu seperti menipu, dekat tetapi terasa jauh dicapai. Mungkin kami sudah terlalu lelah, sehingga tidak sanggup lagi berjalan dengan cepat.

Saat tiba di bagian seberang River Seine, rasanya senang sekali  menara baja tersebut. Faktanya, menara inilah yang selalu ada di buku sejarah karena Revolusi Perancis, menara ini telah pernah dikunjungi adik lelaki semata wayangku beberapa tahun silam saat ia mengikuti Jambore Internasional Pramuka di Belanda, merupakan menara tertinggi dunia hingga tahun 1930, menara yang menggunakan 18,038 potong besi untuk membangunnya, menara yang memakai 2.5 juta ton paku keling untuk menyambung potongan besi, menara dengan berat 10,000 ton, menara yang dikunjungi lebih dari 5 juta orang per tahun.

Malam musim panas itu sungguh indah dan tidak mudah dilupakan. Matahari malam (yah begitulah keadaannya) sudah mendekati ke arah Barat, menunggu saat untuk tenggelam. Ribuan orang dari berbagai bangsa larut di bawah lindungan Eiffel. Mereka tidak hanya berjalan-jalan tetapi juga duduk-duduk sambil menikmati suasana. Eiffel Tower memang ikonik dan menyatukan.

Kami tiba di hotel sekitar pukul 9 malam. Esoknya kami berangkat pulang ke Manchester, Inggris. Huah, sudah cukup mempelajari sejarah, sosiologi dan konstruksi hari ini…

Pekanbaru,
Bersambung ke bagian (6)



3 comments:

Haddori Amma said...

wuiiihhh, asyik banget tu Mon, istriku pengen banget ke sana lho.

monita said...

Iya, datanglah musim semi, pemandangannya lebih magnificent

Monita Wibisono said...

coba komen lagi... udah lupa caranya:)