Tuesday, October 13, 2009

Please pray for this area of concern...


Tiap pagi sambil memasak aku mendengarkan radio Sunshine, 98.5FM, yang sebenarnya radio Christian. Ya, sulit juga cari radio Islam di Perth. Tetapi soal materi Christianity, sama sekali tidak aku dengarkan, karena aku perlu sedikit keributan dari lagu-lagunya yang lebih simple dari radio gaul atau too mellow seperti dari Classic FM.

Di acara pagi juga, aku sering mendengarkan, slot ini... "Please pray for this area of concern..." maksudnya minta semua pendengar mendoakan sebuah kesulitan maupun problem yang tengah dihadapi masyarakat Christian di suatu daerah atau negara.

Aku cuma tergugah, karena ajakan berdoa untuk semua yang kesulitan masih ada terdengar di sini hampir setiap hari. Acara ini mengingatkanku bahwa kita ini memang bagian dari masyarakat secara nasional dan global. Coba ingat siapa aja yang tidak butuh orang lain? Semua perlu orang lain, kan. Nah, kalo saudara sesama muslim, jarang kita ingat, gimana mungkin kita bisa mendoakan mereka. Kita lebih sering mengingat kelompok terdekat kita. Jarang kita memikirkan semua yang jauh dan dekat itu sebenarnya bagian mata rantai dari sebuah sistem besar yang bersama-sama seharusnya berhimpun mengabdi pada Allah.

Hmm, soal doa-mendoakan orang ini, aku ingat kebiasaanku dulu. Jaman kuliah di Jogja sebelas tahun lalu, tiap lihat pengemis, orang susah, penjual dekil dan kecapekan, aku selalu teringat untuk mendoakan mereka. "Ya Allah, karuniakanlah kepada bapak itu rezeki yang banyak hari ini... Amin." Tentunya tidak lupa menyelipkan sumbangan sekedarnya.

Aku tidak tahu apa itu bermakna. Tetapi ternyata sering mendoakan saudara, teman, sesama muslim atau masyarakat pada umumnya secara eksplisit atau implisit, akan kembali ke kita juga lho. Perbuatan baik itu, mungkin dilakukan orang banyak juga, yang kemudian akan mengimbas pada kita. Jadi, kalau kudoakan mereka, secara ga langsung mendoakan diri sendiri juga, kan. Katanya kalau rajin berbuat baik, akan dibalas Allah secara langsung, tidak langsung dan dari jalan yang tidak disangka-sangka. Makanya, semakin banyak orang yang mendoakan, mudah-mudahan permintaan itu akan dikabulkan Allah. Karena, mungkin ada di antara para pendoa yang doanya didengarkan Allah, dan insha Allah, jika ada yang diijabahi Allah, terkabullah permintaan itu.

Aku juga sering lupa minta didoakan teman/saudara/orang tua kalau sedang menghadapi masalah-masalah sulit, kadang kok ga ingat kalau minta didoakan itu lebih mulia daripada curhat sambil ngomel tak keruan. Ngomel toh tidak membantu, tetapi kalau minta didoakan, mungkin saja kesulitan yang tadinya menghimpit kita jadi lepas. Nah, apalagi kita rajin berdoa buat orang lain secara diam-diam. Mungkin saat begini ada saja balasan orang lain. Siapa tau ada yang diam-diam melihat wajah kita sumpek aja, lalu membantu mendoakan dalam hati, ya kan?

Nah, kembali ke 'area of concern tadi'. Mudah-mudahan tanpa suruhan radio seperti itu, kita jadi rajin mendoakan sesama, terutama saudara yang muslim. Terutama saudara yang sedang tertimpa bencana. Jika tidak mampu menolong, ya doakan saja secara intens dalam shalat kita. Apalagi keluarga dekat, adik, kakak, teman, pakde-bude, etc yang sedang kesulitan. Daripada digossipin ato diomelin, mendingan sumbang doa aja sana...

Perth,
"Ya Allah, berilah kemudahan dan kelancaran urusan bagi saudara-saudaraku yang sedang tertimpa bencana di Indonesia, ya Allah. Berikanlah ketabahan dan kembalikanlah milik mereka lebih banyak dari yang mereka miliki dulu, ya Allah."

No comments: