Monday, June 21, 2010

Chittering Valley

13 June 2010
Pada ultahku tahun ini, aku minta hubby mengantarku piknik ke Chittering, di daerah Bindoon, Chittering Shire. Menurut buku panduan Traveller’s Atlas, Chittering Valley hanya sekitar 50km dari Perth. Aku ingin melihat Chittering Lake, peternakan, kalau bisa bunga liar serta kebun jeruk di sana.

Walaupun katanya winter, tapi langit begitu cerah dan udara terasa hangat. Hari yang benar-benar cocok untuk berpiknik. Seperti biasa, saat mobil sudah mulai jalan, si navigator selalu diomelin karena malas baca peta. Sebagai catatan, navigator itu aku, sedangkan driver, ya hubby. Navigator yang satu ini memang malas baca peta, karena kan judulnya mau nyantai menikmati pemandangan plus kembang-kembang di jalan. Tapi kalau nyasar di luar kota, ga seru, soalnya cukup jauh juga muternya. Benar kan, akhirnya kami sempet muter juga di bunderan sebelum CBD, setelah sebelumnya tidak belok kanan menuju Great Eastern Highway dari Shepperton Road. Dari Great Eastern Road, kita terus menuju Roe Highway terus ke Midland. Jalanan cukup ramai, apalagi GEH, barangkali karena hari Minggu. Mobil-mobil bercc-besar yang lebih cocok untuk jalan keluar kota memenuhi GEH. Mungkin termasuk grup mobil granny yang jarang terlihat di jalanan seperti itu. Anyway, setelah setahun masuk grup granny’s car, kami mencoba mengambil hikmahnya, yaitu lebih mudah memenuhi aturan kecepatan di jalan raya karena ga perlu terlalu ngebut sehingga rentan kena speeding ticket! Yay!

Memasuki Midland, mulai kepanikan terjadi, karena navigator lupa melihat peta. Setelah sempet berhenti di Midland CBD, untuk mengecek arah yang tepat, akhirnya kita baru tau kalau di perempatan Midland, Roe Hwy, kita cuman perlu belok kanan, menuju Great Nothern Highway ke arah Geraldton/Mekatheera. Ok, kita muter lagi dan ketemu GNH, no worries! Ternyata kita sampai di daerah Margaret River Valley yang penuh dengan kebun-kebun anggur di sepanjang jalan. Sayangnya karena sudah winter, daun-daun di pohon anggur tersebut mulai menguning dan ga ada sebiji anggurpun yang tersisa. Kalau mau motret yang keren, mungkin perlu datang di akhir summer, saat anggur siap dipanen.


Badan jalan mulai mengecil, sesekali mobil kami dibalap di daerah ’Overtake’ oleh mobil-mobil yang ingin kencang. Kamipun tetap nyantai dengan kecepatan sekitar 70-80km/jam, karena no pressure. Pemandangan cukup unik, banyak daerah pertanian penuh sapi-sapi merumput, kadang-kadang hutan yang tak seberapa lebat, dan padang-padang rumput liar.




Saat kami melihat kebun-kebun jeruk mandarin, orange dan lemon berjajar rapi di pinggir jalan, barulah merasa sedikit lega.



Soalnya, sudah dekat Chittering Valley, yang terkenal dengan orange orchardsnya.




Aku ingin melihat ’kotanya’, jadi kami terus ke Bindoon. Banyak juga orang berjualan jeruk mandarin dan orange, di pinggir jalan dengan harga 50% dari harga sekilo jeruk di Perth. Pusat kota Bindoon ternyata kecil sekali. Ada beberapa toko kecil dan kuno, community centre, klinik, pom bensin, IGA, kantor pos dan town hall. Aku sempet lega juga melihat gambar ladies and gentlemen yang berada di kantor pos. Maklum, daku kan ’toilet freak’... hiks!



Alright, mari kita mencari Lake Chittering yang berasal dari bahasa Aborigin, berarti ’danau bercicit-cuit’ karena merupakan tempat burung-burung berkumpul di sana. Di buku panduan terbitan tahun 1994 itu, gambarnya bagus. Kupikir aku bisa piknik di tepi danau, mungkin ada jettynya, tempat duduk seperti di tepi Swan River.
Kami kembali ke persimpangan yang menunjukkan arah menuju Chittering Valley.



Oh, itu lake-nya! Aku bisa melihat air biru di balik pepohonan. Kami berhenti sebentar di pinggir jalan untuk memotret pemandangan million-dollar yang tidak ada di Perth. Sapi-sapi merumput berlatarkan pepohonan dan air danau yang biru, serta bukit menghijau, sooo cool!



Aku juga excited melihat pohon-pohon mallee yang super langsing berjajar di tepi jalan menuju Chittering Valley.




Kamipun terus menelusuri jalan mencoba mencari persimpangan untuk masuk ke danau. Sepanjang jalan aku melihat perbukitan yang indah, berbatu-batu, kadang ada kebun jeruk, kebun buah zaitun, sapi, kuda, domba merumput, pertanian, dan iklan ’land sale’, tanah dijual. Bukit hijau dan penuh farm ini seperti di Perth Hills saja.



Setelah cukup lama, kok tidak ada tanda-tanda jalan masuk ke lake ya? Kami tidak memutar, tetapi terus mencoba mencari persimpangan menuju ke danau. Cukup jauh juga, akhirnya ada persimpangan ke Toodyay, bukan ke danau. Karena melihat kincir angin khas Australia di tepi jalan, aku dan hubby turun sebentar mo motret-motret di depannya. Ternyata kami tak sengaja berhenti di area piknik. Kebetulan ada sungai kecil dekat pepohonan di bawah sana. Aku dan hubby akhirnya piknik dan shalat di sana.


Jadi, inilah ultah gaya Australian outback. Tanah memerah lengkap dengan kincir angin khas Australia. Indah, bukan?



Kamipun kembali mencoba mencari jalan masuk ke Chittering lake. Ternyata ada jalannya, tetapi sungguh sayang, kami harus memiliki kendaraan 4WD kalau ingin melihat danau tersebut. Soalnya dengan menelusuri jalan tanah merah berbelok-belok dan mendaki ke atas bukit, barulah kita bisa melihat pemandangan indah danau tersebut.

Karena aku dan hubby pesimis mobil granny kami mampu memenuhi tantangan itu, kami berbalik arah ke Perth. Setelah melewati jalan yang kasar dan mobil terlontar batu-batu kerikil, kita sempat berhenti di pinggir jalan. Subhanallah, aku melihat kumpulan bunga-bunga pink! Begitu mobil berhenti, aku berlari-lari ke arah beberapa flower beds, langsung mau motret dengan kamera hpku. Inilah beberapa hasilnya... so sweet dan beautiful!





Oh well, tidak lupa balik ke Bindoon dahulu untuk melihat toilet terakhir kalinya. Saat kembali dari Bindoon, kami sempat berhenti di jalan, karena ada kendaraan oversize mau melintas. Saat kameraku ready mau memotret mobil apakah gerangan yang akan lewat, ternyata aku kaget bukan kepalang. Soalnya yang lewat, mobil yang gedeeeeeee sekali, seperti dump truck untuk daerah pertambangan. Aku sampai salah pencet tombol, bukannya click, tapi off! Abis rodanya aja tiga kali tinggi mobil gran-ku! Gimana ga panik, man!

Oh well, itulah hari ultah penuh kenangan di Australian outback yang berkesan. Not bad walaupun air danau Chittering ga tersentuh olehku, hiks!

Perth,
Ten years ago, I celebrated my 25th birthday in London, dengan makan rawon di KBRI! (inget ga, mbak Sari?)