Wednesday, December 22, 2010

You'll never know, unless you try

Tulisan ini aku post di hari Ibu, bukan saja untuk mengenang jasa mamaku... tetapi juga semangatnya yang inspiratif.
Selamat hari Ibu, mama:)

Just salah satu kalimat favoritku di atas, yang sering sekali diucapkan dalam versi lain oleh mamaku. "Kita tidak akan pernah tahu, kalau tidak mencoba", seru mama penuh semangat jika ada hal-hal baru yang ingin dilakukan beliau mendapat tentangan orang. Btw, aku suka mendengarnya!

Seringkali kita tidak mau mencoba hal-hal menarik atau penting artinya dalam hidup kita. Mengapa? Mungkin karena kita merasa tidak pantas, tidak mampu, takut gagal atau surut langkah karena mendengarkan komentar orang lain.

Akibatnya kita tidak dapat mengukur seberapa kuat sebenarnya bakat dan kreativitas yang dimiliki, konon jadi gampang iri dengan keberhasilan orang lain (sirik tanda tak mampu), tidak bisa menghargai nilai sebuah perjuangan, hingga tidak adil pada diri kita karena lebih mendengarkan kata-kata orang lain!

Maka, jadilah orang yang bandel!

Hiks, maksudku, 'jadilah orang bandel nan ulet'.

Begitu ada sebuah kesempatan yang bermakna bagi masa depan kita dan kita sukai, ayo dicoba saja dahulu. Bukan ikut karena 'iseng-iseng berhadiah' seperti ikutan kompetisi mie instant. Kita ikut karena ingin mengetahui seberapa besar kekuatan diri dalam menghadapi tantangan. Ditambah dengan niat mulia mengabdikan hal tersebut hanya untuk Allah. Insya Allah, mudah-mudahan jadi tambah kuat semangat kita untuk mengikutinya.

Jangan pernah takut mencoba sesuatu. Jika gagal, coba lagi. Masih gagal... coba lagi. Bukankah orang-orang yang berhasil menemukan hal besar lebih banyak mengalami kegagalan terlebih dahulu sebelum mendapatkan penemuan penting yang baik untuk manusia? Jangan berhenti sampai kita berhasil memenangkan 'perang' tersebut. Gunakan berbagai strategi, tanya para ahli, baca buku, cari info online dan berdoalah, minta kepada Allah agar diberikan karuniaNya.

Mendengarkan orang-orang pesimis tentang apa yang sedang kita lakukan, memang membuat darah mendidih. Tetapi, kata negatif orang, biasanya cenderung sangat subyektif, belum tentu berlaku untuk orang lain. Sesuatu yang menurut seseorang membuang-buang waktu, bisa jadi sesuatu yang berharga bagi orang lain. Hal ini terjadi karena setiap orang punya prioritas berbeda-beda dalam hidup mereka. Malah kalau kita melalukan hal positif yang kita sukai, cenderung akan mendapatkan hasil lebih baik dan efek lebih dahsyat. Maka, apapun kata orang yang sampai membuat kita berlinang air mata karena caciannya, jangan membuat kita pantang menyerah. Keep going, keep pedalling...

Kembali ke mamaku yang selalu mengaplikasikan kalimat di atas karena belajar dari pengalaman pribadi beliau. Mamaku adalah seorang penjahit pro yang sering menerima pesanan jahitan dari teman dan saudara. Kadang-kadang beliau mendapatkan model jahitan yang unik, aneh, tidak biasa, so pasti menantang kreativitas. Sering kuperhatikan betapa asyiknya mamaku mencari cara untuk menyelesaikan pakaian pesanan tadi, tanpa pusing atau menghiraukan kata orang lain. Tiap menemukan sebuah cara, tanpa sadar mama suka sekali berbagi semangat keberhasilan tersebut pada kami. Hal itu berlangsung terus-menerus sejak kami kecil hingga dewasa. Rupanya tanpa kami sadari, secara tidak langsung mama mengajarkan bahwa semuanya perlu dicoba dahulu, baru kita tahu bahwa hal itu bisa dilakukan atau tidak.

Beliau memang meyakinkan, kan?:)

otw to Perth,
Thank's mom, for the spirit:)