Saturday, December 4, 2010

Tips merapikan meja kerja

“Gimana ya, cara merapikan meja kerja?” kudengar teman sekantorku bertanya. Haha, ternyata dia mendapat masalah yang sama denganku beberapa bulan lalu. Aku sampai meminjam beberapa buku di perpustakaan Curtin untuk mencari jawabannya. Jawaban paling memuaskan kutemukan dalam buku Leo Babauta, The Power of Less.

Apa gunanya memiliki meja kerja yang rapi? Nanti disangka tidak kerja, atau tidak sibuk lagi, begitu kan?

Eits, ternyata meja kerja yang rapi itu berguna sekali untuk membantu kita fokus pada pekerjaan di tangan. Bayangkan, jika sedang bekerja, terlihat tumpukan tulisan yang belum diedit, presentasi setengah jadi, atau malah daftar belanjaan yang harus dibeli di sana. Bukannya bekerja, jangan-jangan malah kepikiran hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan kerjaan. Oleh karena itu meja kerja harus rapi, berisi pekerjaan yang sedang dikerjakan, bukan berbagai godaan yang tak ada hubungan.

Hal itu kualami sendiri, karena setelah beberapa bulan memiliki meja kerja yang rapi dan tidak banyak isinya, aku merasa lebih efisien dan efektif. Pikiranku tenang, karena tidak banyak gangguan penglihatan, kecuali pekerjaan di depan mata. Maka, produktivitas meningkat dan aku sudah tidak banyak main lagi, karena begitu banyak yang ingin dilakukan. Yang penting juga, tindakan ‘tackle one at a time’ dapat segera diberlakukan.

Menurut Leo, cara untuk memulai rapi-rapi meja kerja adalah:

a) Alokasikan sedikit waktu. Kita tidak perlu menghabiskan waktu seharian untuk acara merapikan ini. Cukup satu jam sehari, akan memberikan dampak berbeda.

b) Letakkan semua kertas yang ada di meja kerja menjadi satu tumpukan besar.

c) Bersihkan semua yang ada di meja, kecuali komputer, telepon dan benda penting lain. Benda-benda lain harus diungsikan dulu dari meja kerja, seperti stapler, lem, gunting, pernak-pernik, selama proses benah-benah berlangsung.

d) Mulai dengan tumpukan kertas yang tinggi itu. Ambil satu-satu, jangan pernah dilewatkan atau diletakkan kembali dalam tumpukan. Buang, letakkan dalam file/folder, selesaikan, masukkan dalam to do list atau berikan ke orang yang membutuhkan. Aku memiliki folder-folder khusus untuk menyimpan dokumen sesuai topik riset. Misalnya untuk data, chapter 1, chapter 2, chapter 3, analisis Korosi, analisis Bakteri, etc. Jika katalog atau majalah yang sudah lama dan tidak kita baca lagi, sumbangkan pada orang lain/laboratorium atau buang ke tempat sampah. Untuk item yang tidak jelas harus diapakan, masukkan dalam folder MAY BE, atau folder TEMPORARY, sehingga tidak pusing mencarinya saat diperlukan. Untuk melakukan langkah ini, kita harus siapkan keranjang sampah/kantong sampah dan folder-folder kosong yang sudah diberi label nama.

e) Kerjakan dalam tempoh yang kita tentukan dan sambung kapan-kapan ada waktu lagi.f) Agar tidak menumpuk, setiap hari usahakan memproses dan merapikan meja kerja setelah selesai bekerja. Buang kertas-kertas yang tidak diperlukan, masukkan ke dalam folder dan simpan folder di tempatnya. Jika dilakukan sedikit-sedikit, maka lama-lama kita terbiasa melihat meja yang rapi dan akan selalu berusaha menjaganya.

Meja kerjaku yang dulu dengan sekarang ini so pasti beda banget. Selain lebih cemerlang dan bersih, pikiranku lebih terang dan hatiku tenang melihat meja kerjaku. Selamat mencoba.

Perth,